Pindahan
September 20, 2007
Berhubung saya barusan dapet hadiah n bagi2 jatah seperti yang pernah di posting sama bRodeR KutiL akhirnya saya tuntaskan keinginan saya yang dulu duluuuuuu buat beli domain n hosting juga tentunya. Blog ini saya beri nama GantengTapiKere.com karena berasal dari keadaan saya sekarang yang memang sangat ganteng tapi juga sangat kere tentunya (sampe tidur di kandang ya tiL). Mulai saat ini blog saya pindah ke Http://www.GantengTapiKere.com. Silahkan kunjungi blog saya yang sangat sederhana n butuh banget kritik n sarannya.
Salahkah saya bila NGACENG melihat cewe berpakaian Seksi ?
Agustus 31, 2007
Hanya sekedar ingin bertanya tentang sebuah kenyataan yang ada pada diri saya ketika melihat kondisi sekarang ini.
Saat para wanita memakai celana yang memperlihatkan paha mereka, saat para wanita memperlihatkan sebagian dadanya, saat sebagian wanita memperlihatkan lengannya.
Terus terang saya jatuh cinta pada mereka yang memperlihatkan sebagian tubuhnya yang indah itu uuHHHH sungguh-sungguh mengasikkan melihat mereka dan sampai membuat sebagian diri saya bereaksi dengan itu.
Hah…
mesum ?
mengapa saya dibilang mesum ?
Otak kotor ?
mengapa saya dibilang otak kotor ?
Banyak pikiran mereka yang berpakaian seperti itu hanya untuk melihat para cowo2 memperhatikan mereka dan ternyata mereka memang sukses dengan pikiran mereka. Kami (normal) memperhatikan mereka dan membuat saya menelan ludah saat melihat tubuh yang lumayan terbuka serta memperlihatkan lekuk2 tubuh mereka.
Apakah saya salah mempunyai pikiran seperti ini ?
Terus terang saya gak merasa salah karena berpikiran seperti ini karena mereka yang berpakaian seperti itu memang menginginkan saya mempunyai pemikiran seperti ini, berarti saya sejalan dengan pemikiran mereka.
Tapi yang jadi masalah adalah mengapa mereka tidak jujur dan mencoba menampik pemikiran saya ini?
Jika saya mengeluarkan pemikiran saya pastinya mereka bilang kurang ajar, gak sopan DLL. Jika mereka melihat pakaian mereka apakah pakaian mereka itu tidak kurang ajar serta tidak sopan sehingga membuat saya memiliki pemikiran seperti itu ?
Hmm…
Tapi ya terserah pemikiran yang ada pada masing2 kepala bagaimana cara menyikapinya.
Saya mah cuma ngetik uneg-uneg saya yang telah lama ini tersimpan di otak Busuk sayah…
Isteri Solehah Sentiasa bersyukur, merungut ataupun menjelek jelekkan suaminya di depan orang lain
Juli 6, 2007
Ketika Nabi Ibrahim menziarahi menantunya, puteranya, Nabi Ismail tiada di rumah sedangkan isterinya belum pernah bertemu bapa mertuanya, Nabi Ibrahim.
Kemudian terjadilah dialog antara Nabi Ibrahim dan menantunya.
Nabi Ibrahim : Siapakah kamu?
Menantu : Aku isteri Ismail.
Nabi Ibrahim : Di manakah suamimu, Ismail?
Menantu : Dia pergi berburu.
Nabi Ibrahim : Bagaimanakah keadaan hidupmu sekeluarga?
Menantu : Oh, kami semua dalam kesempitan dan (mengeluh) tidak
pernah senang dan lapang.
Nabi Ibrahim : Baiklah! Jika suamimu balik, sampaikan salamku padanya.
Katakan padanya, tukar tiang pintu rumahnya (sebagai kiasan
supaya menceraikan isterinya).
Menantu : Ya, baiklah.
Setelah Nabi Ismail pulang daripada berburu, isterinya terus menceritakan tentang orang tua yang telah singgah di rumah mereka.
Nabi Ismail : Adakah apa-apa yang ditanya oleh orang tua itu?
Isteri : Dia bertanya tentang keadaan hidup kita.
Nabi Ismail : Apa jawabanmu?
Isteri : Aku ceritakan kita ini orang yang susah. Hidup kita ini selalu dalam
kesempitan, tidak pernah senang.
Nabi Ismail : Adakah dia berpesan apa-apa?
Isteri : Ya ada. Dia berpesan supaya aku menyampaikan salam
kepadamu serta meminta kamu menukarkan tiang pintu rumahmu.
Nabi Ismail : Sebenarnya dia itu ayahku. Dia menyuruh kita berpisah.
Sekarang kembalilah kau kepada keluargamu.
Ismail pun menceraikan isterinya yang suka merungut, tidak bertimbang rasa serta tidak bersyukur kepada takdir Allah SWT. Sanggup pula mendedahkan rahasia rumah tangga kepada orang luar.
Tidak lama selepas itu, Nabi Ismail nikah lagi. Setelah sekian lama, Nabi Ibrahim datang lagi ke Makkah dengan tujuan menziarahi anak dan menantunya. Berlakulah lagi pertemuan antara mertua dan menantu yang saling tidak mengenali.
Nabi Ibrahim : Dimana suamimu?
Menantu : Dia tiada dirumah. Dia sedang memburu.
Nabi Ibrahim : Bagaimana keadaan hidupmu sekeluarga?
Mudah-mudahan dalam kesenangan?
Menantu : Syukurlah kepada tuhan, kami semua dalam keadaan sejahtera,
tiada apa yang kurang.
Nabi Ibrahim : Baguslah kalau begitu.
Menantu : Silalah duduk sebentar. Boleh saya hidangkan
sedikit makanan.
Nabi Ibrahim : Apa pula yang ingin kamu hidangkan?
Menantu : ada sedikit daging, tunggulah saya sediakan minuman dahulu.
Nabi Ibrahim : (Berdoa) Ya Allah! Ya Tuhanku! Berkatilah mereka
dalam makan minum mereka. (Berdasarkan peristiwa ini,
Rasulullah beranggapan keadaan mewah negeri Makkah adalah
berkat doa Nabi Ibrahim).
Nabi Ibrahim : Baiklah, nanti apabila suamimu pulang, sampaikan salamku kpdnya. Suruhlah dia menetapkan tiang pintu rumahnya
sebagai kiasan untuk mengekalkan isteri Nabi Ismail).
Apabila Nabi Ismail pulang daripada berburu, seperti biasa dia bertanya sekiranya sesiapa datang datang mencarinya.
Nabi Ismail : ada sesiapa datang semasa aku tiada di rumah?
Isteri : Ya, ada. Seorang tua yang baik rupanya dan perwatakannya
sepertimu.
Nabi Ismail : Apa katanya?
Isteri : Dia bertanya tentang keadaan hidup kita.
Nabi Ismail : Apa jawapanmu?
Isteri : Aku nyatakan kepadanya hidup kita dalam keadaan baik, tiada
apapun yang kurang. Aku ajak juga dia makan dan minum.
Nabi Ismail : Adakah dia berpesan apa-apa?
Isteri : Ada, dia berkirim salam buatmu dan menyuruh kamu
mengekalkan tiang pintu rumahmu.
Nabi Ismail : Oh, begitu. Sebenarnya dialah ayahku. Tiang pintu yang
dimaksudkannya itu ialah dirimu yang dimintanya untuk aku
kekalkan.
Isteri : Alhamdulillah, syukur.
Berpandukan sejarah tersebut, dpt ditegaskan bahwa isteri solehah itu sepatutnya ‘sabar di hati dan syukur pada wajah’. Daripada sini akan terpancar ketenangan setiap kali suami berhadapan dengan isteri salehah. Isteri salehah Sentiasa bersyukur, merungut ataupun menjelek jelekkan suaminya di depan orang lain. Isteri salehah hendaklah sentiasa bersyukur dalam keadaan senang mahupun susah supaya Allah tambahkan lagi rahmat-Nya seperti firman-Nya yang bermaksud:
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku tambahkan nikmat-Ku kepadamu. Dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku amat pedih.” (Surah Ibrahim, ayat 7)
Untuk menambahkan kegigihan kita berusaha menjadi isteri salehah, ingatlah hadis Rasulullah yang bermaksud:
“Sampaikanlah kepada sesiapa yang engkau temui daripada kaum wanita, bahawasanya taat kepada suami serta mengakui haknya adalah menyamai pahala orang yang berjihad pada jalan Allah, tetapi sangat sedikit sekali golongan kamu yang dapat melakukan demikian.”
(Riwayat Al-Bazzar dan Ath-Thabrani)
Begitulah, untuk menyediakan diri sebagai isteri salehah, hati kita hendaklah sentiasa dipenuhi dengan kasih sayang rabbani. Contoh teladan yang sepatutnya jadi rujukan kita ialah sejarah kehidupan nabi serta orang saleh.
Sumber: http://members.tripod.com/~dppkd/shoutus/muslimat1.htm