Tertawalah
Juli 18, 2007
Saat paling mengasikkan adalah mencoba mencintai seseorang yang baru.
Saat harus sakit hati tapi ternyata mengobati rasa sakit itu.
Berpegang pada cahaya kemunafikan saat menganggap seseorang itu adalah yang terhebat tetapi ternyata hanya harapan belaka.
Hati yang tlah hancur takkan bisa kau susun kembali walaupun tubuh ini masi ingin bersamamu.
Hatiku telah mati tapi akan ada senyuman yang terbias dari tubuh ini.
Senyuman dan bahkan tawa riang saat kau mencoba tuk menyakitiku lagi.
u can get my body but not my heart
Juli 17, 2007
Boyz are stupid.
Mungkin itu adalah kata kata dari banyak wanita yang telah mengetahui kelemahan dari seorang Pria.
Lambat laun pria itu akan mengerti kelemahannya dan mereka pun senang dengan kelemahannya itu.
Tubuh pria pun mengiyakannya tapi bukan hatinya.
Saat amat tersakiti maka hanya akan ada saat menunggu sampai kapan semuanya akan berakhir bukannya takut semuanya akan berakhir dan selalu mencari jeda tuk memberikan hatinya bagi yang memang benar pantas tuk mendapatkannya.
Cukup
Juli 13, 2007
Cukup….
Tangga – Jangan Bilang-bilang
Juli 7, 2007
jangan bilang2 hey hey
hanya kita saja hey hey
karna sudah berdua hey hey
jangan bilang bilang hey hey
cinta tak ada hey hey
yang terbagi dua hey hey
kita yang merasa hey hey
cukup kita berdua
dia tidak perlu tahu
aku tahu kau suka padaku
biarlah kamu bukanlah milikku
ku ingin aku tunggu dirimu
apalah dayaku
kinipun aku ingin dirimu
kutak peduli lagi pada kekasihku
aku pun ingin kukecup bibirmu
ku ingin kau tau
bagaimana bila jalani saja
rasa kita yang tlah ada
jangan kau bilang2
cukup kita berdua
biar dia tak tau kita bersama
bila cinta yang ada bisa kau bagi dua
dia tak perlu tau apa yang kita rasa
bila cinta tak bisa dipahami
dan kita tak mungkin menghindari
akankah kita selalu bersembunyi
memendam yang tak pasti
tapi kini tak lagi kumerasa
kita takkan bertahan selamanya
hilangkan crita yang membuatmu
berfikir semuanya kan berakhir
bagaimana bila jalani saja (what what what what)
rasa kita yang telah ada
jangan bilang2
cukup kita berdua
biar dia tak tau kita bersama
bila cinta yang ada bisa kau bagi dua
dia tak perlu tau apa yang kita rasa
berlari lari kita menjalani cinta ini
sembunyi sembunyi kita mencuri mengisi hari
bercumbu rayu kita hingga terlupakan waktu
taradam taradam taradam (gak jelas)
kalau cinta sudah datang
mulai mengasut rasa
siapapun takkan bisa untuk menahan
walau kekasih ada disisi
tak perduli mereka saja sudah cukup berkata
papa ya papa ya ya ya (berkali kali)
jangan kau bilang2
cukup kita berdua
biar dia tak tau kita bersama
bila cinta yang ada
bisa kau bagi dua
dia tak perlu tau apa yang kita rasa
jangan kau bilang2
cukup kita berdua
biar dia tak tau kita bersama
bila cinta yang ada
bisa kau bagi dua
dia tak perlu tau apa yang kita rasa
Isteri Solehah Sentiasa bersyukur, merungut ataupun menjelek jelekkan suaminya di depan orang lain
Juli 6, 2007
Ketika Nabi Ibrahim menziarahi menantunya, puteranya, Nabi Ismail tiada di rumah sedangkan isterinya belum pernah bertemu bapa mertuanya, Nabi Ibrahim.
Kemudian terjadilah dialog antara Nabi Ibrahim dan menantunya.
Nabi Ibrahim : Siapakah kamu?
Menantu : Aku isteri Ismail.
Nabi Ibrahim : Di manakah suamimu, Ismail?
Menantu : Dia pergi berburu.
Nabi Ibrahim : Bagaimanakah keadaan hidupmu sekeluarga?
Menantu : Oh, kami semua dalam kesempitan dan (mengeluh) tidak
pernah senang dan lapang.
Nabi Ibrahim : Baiklah! Jika suamimu balik, sampaikan salamku padanya.
Katakan padanya, tukar tiang pintu rumahnya (sebagai kiasan
supaya menceraikan isterinya).
Menantu : Ya, baiklah.
Setelah Nabi Ismail pulang daripada berburu, isterinya terus menceritakan tentang orang tua yang telah singgah di rumah mereka.
Nabi Ismail : Adakah apa-apa yang ditanya oleh orang tua itu?
Isteri : Dia bertanya tentang keadaan hidup kita.
Nabi Ismail : Apa jawabanmu?
Isteri : Aku ceritakan kita ini orang yang susah. Hidup kita ini selalu dalam
kesempitan, tidak pernah senang.
Nabi Ismail : Adakah dia berpesan apa-apa?
Isteri : Ya ada. Dia berpesan supaya aku menyampaikan salam
kepadamu serta meminta kamu menukarkan tiang pintu rumahmu.
Nabi Ismail : Sebenarnya dia itu ayahku. Dia menyuruh kita berpisah.
Sekarang kembalilah kau kepada keluargamu.
Ismail pun menceraikan isterinya yang suka merungut, tidak bertimbang rasa serta tidak bersyukur kepada takdir Allah SWT. Sanggup pula mendedahkan rahasia rumah tangga kepada orang luar.
Tidak lama selepas itu, Nabi Ismail nikah lagi. Setelah sekian lama, Nabi Ibrahim datang lagi ke Makkah dengan tujuan menziarahi anak dan menantunya. Berlakulah lagi pertemuan antara mertua dan menantu yang saling tidak mengenali.
Nabi Ibrahim : Dimana suamimu?
Menantu : Dia tiada dirumah. Dia sedang memburu.
Nabi Ibrahim : Bagaimana keadaan hidupmu sekeluarga?
Mudah-mudahan dalam kesenangan?
Menantu : Syukurlah kepada tuhan, kami semua dalam keadaan sejahtera,
tiada apa yang kurang.
Nabi Ibrahim : Baguslah kalau begitu.
Menantu : Silalah duduk sebentar. Boleh saya hidangkan
sedikit makanan.
Nabi Ibrahim : Apa pula yang ingin kamu hidangkan?
Menantu : ada sedikit daging, tunggulah saya sediakan minuman dahulu.
Nabi Ibrahim : (Berdoa) Ya Allah! Ya Tuhanku! Berkatilah mereka
dalam makan minum mereka. (Berdasarkan peristiwa ini,
Rasulullah beranggapan keadaan mewah negeri Makkah adalah
berkat doa Nabi Ibrahim).
Nabi Ibrahim : Baiklah, nanti apabila suamimu pulang, sampaikan salamku kpdnya. Suruhlah dia menetapkan tiang pintu rumahnya
sebagai kiasan untuk mengekalkan isteri Nabi Ismail).
Apabila Nabi Ismail pulang daripada berburu, seperti biasa dia bertanya sekiranya sesiapa datang datang mencarinya.
Nabi Ismail : ada sesiapa datang semasa aku tiada di rumah?
Isteri : Ya, ada. Seorang tua yang baik rupanya dan perwatakannya
sepertimu.
Nabi Ismail : Apa katanya?
Isteri : Dia bertanya tentang keadaan hidup kita.
Nabi Ismail : Apa jawapanmu?
Isteri : Aku nyatakan kepadanya hidup kita dalam keadaan baik, tiada
apapun yang kurang. Aku ajak juga dia makan dan minum.
Nabi Ismail : Adakah dia berpesan apa-apa?
Isteri : Ada, dia berkirim salam buatmu dan menyuruh kamu
mengekalkan tiang pintu rumahmu.
Nabi Ismail : Oh, begitu. Sebenarnya dialah ayahku. Tiang pintu yang
dimaksudkannya itu ialah dirimu yang dimintanya untuk aku
kekalkan.
Isteri : Alhamdulillah, syukur.
Berpandukan sejarah tersebut, dpt ditegaskan bahwa isteri solehah itu sepatutnya ‘sabar di hati dan syukur pada wajah’. Daripada sini akan terpancar ketenangan setiap kali suami berhadapan dengan isteri salehah. Isteri salehah Sentiasa bersyukur, merungut ataupun menjelek jelekkan suaminya di depan orang lain. Isteri salehah hendaklah sentiasa bersyukur dalam keadaan senang mahupun susah supaya Allah tambahkan lagi rahmat-Nya seperti firman-Nya yang bermaksud:
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku tambahkan nikmat-Ku kepadamu. Dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku amat pedih.” (Surah Ibrahim, ayat 7)
Untuk menambahkan kegigihan kita berusaha menjadi isteri salehah, ingatlah hadis Rasulullah yang bermaksud:
“Sampaikanlah kepada sesiapa yang engkau temui daripada kaum wanita, bahawasanya taat kepada suami serta mengakui haknya adalah menyamai pahala orang yang berjihad pada jalan Allah, tetapi sangat sedikit sekali golongan kamu yang dapat melakukan demikian.”
(Riwayat Al-Bazzar dan Ath-Thabrani)
Begitulah, untuk menyediakan diri sebagai isteri salehah, hati kita hendaklah sentiasa dipenuhi dengan kasih sayang rabbani. Contoh teladan yang sepatutnya jadi rujukan kita ialah sejarah kehidupan nabi serta orang saleh.
Sumber: http://members.tripod.com/~dppkd/shoutus/muslimat1.htm
deleD FS gak sukses hikz….
Juli 3, 2007

Deu gak sukses deleD FS…
telah berulang kali diriku melakukeuNnyah dalam 1 night tapi teteb ae gak sukses2…
yo op op nek nguNu kui yaKz ?
pa lagi blog FS yang dulu ngilang jugak..huH…
repoD repoD repoD deh…
why i must abuse my FS account ?
tanya mengapa ???
Cuma sekedar kepenatan pada keramaian dan sebuah tRend yang terjadi dalam Aloivera serta kemuakan diri jika harus melihaD tulisan2 yang merayu2 dan mendayu2 serta mencoba ngalem2 pada wanita2 cantek dan juga kegatalan dari si wanita terhadap para pRia dan mantan2nya mungkin…
nomer kamu ilang, bisa minta lagi gak ?, kok gak pernah sms lagi sih ?, mudik ke sini kok gak kabar2i (kita bisa ketemuan kan dan mengenang masa lalu mungkin gitu kalee…)
ya cuma sebagian contoh aja sih…
lelah saat harus melihat itu dan mencoba menterapikan diri dengan gak bermain FS eh ternyata gak sukses… mungkin terapinya kurang kali yakz…
kuDu delet FS mungkin heheKz…!!!